Langsung ke konten utama

TIPS SEDERHANA AGAR ANAK TIDAK MALAS BICARA

Assalamualaikum...
Pagi yang cerah, tumben ya sepagi ini saya udah duduk² santei buat nge-blog cantik. Berhubung semua udah beres dan nyiapin sarapan Pak Suami masih sejam lagi, jadi terketuk hati saya nih buat nulis tips disini. Tips yang mau share berdasarkan pengalaman pribadi saya, semoga beberapa tips bisa membantu atau menginspirasi para Mommy yang sedang mengalaminya.

Mengingat postingan saya sebelumnya, bahwa peran ekstra orang tua dirumah itu penting dan kita gak bisa bergantung sepenuhnya pada solusi² atau argumen² yang diberikan pakarnya pada kita. Tetap saja kita, khususnya saya seorang ibu rumah tangga yang tahu dan jelas memperhatikan setiap gerak gerik perkembangan anak dirumah,  karena setiap saat, setiap waktu, setiap detik saya lah yang selalu bersama anak dirumah. So, maksud saya disini adalah pinter² kita deh untuk mengakali itu semua.  Namun dari pengalaman yang saya dapet, ada benarnya juga usaha solusi yang diberikan Pak Yansyah pada saya ketika itu.  Yang penting judulnya kita kudu ekstra kuat menstimulasi si anak,  khususnya anak saya yang sempat mengalami Speech Delay.  Berjuang...berjuang...dan berjuang.


Dari pengalaman pribadi saya selama ini sih, beberapa hal yang bisa dijadikan tips agar anak di usia 2 sampai 4 tahun tidak malas berbicara adalah :

1. Bicaralah hal² yang menarik perhatiannya. Mengapa? Karena berbicara perlu ada kontak mata, agar anak melihat gerak bibir kita dan melihat ekspresi kita. Tidak perlu menjadi cerewet. Berbicara panjang lebar dengan kecepatan tinggi akan membuat anak bingung menangkap informasi kita. Contohnya : "Lho, mata beruangnya (boneka) copot satu?!, kemana ya, nak? Cari matanya yuk!". Seperti itu. 

2. Banyak² menunjuk benda disekeliling kita. Dimana pun berada. Sekalipun berada di kamar mandi. Lalu kita jelaskan rupa benda, warna benda, fungsinya,  dan lain².

3. Sering² menunjukkan ekspresi. Seperti ekspresi ketika senang, kaget, malu, kesal, tertawa,  capek, haus, lapar, dsb. Disertai ungkapan²nya.

4. Jangan berbicara bahasa bayi. Berbicaralah seperti biasa ketika kita berbicara dengan orang dewasa. Maksudnya agar melatih anak menyebutkan kata dengan baik. Jangan seperti ini (contoh) : "dedek gak usah main pisau ya, nanti takut 'jali' nya 'beldalah'..".

5. Sering² lah menanyakan banyak hal pada anak. Selalu menanyakan hal pada anak adalah untuk melatih respon anak. Singkat namun berulang. Contohnya : sudah makan belum, sudah mandi belum, namanya siapa, itu siapa, ini apa,  dan lain². 

6. Eksplor dan berkreasi dengan warna. Mengenalkan kreatifitas sejak dini bagi saya itu penting, ketika anak dalam fase ingin serba tahu, serba ingin mencoba, gunakan kesempatan itu untuk melatihnya dalam berkreasi dan berkarya dengan media² yang mudah, contohnya menggunting atau menempel kertas² berwarna yang sudah dibentuk bermacam-macam bentuk,  sambil mengobrol ringan dengan anak. Selain itu Mommy bisa tahu mana yang disukai dan yang tidak disukai anak.  Faktor warna dari benda juga dapat berpengaruh pada rangsangan otaknya,  dengan begitu sekaligus dapat melatih otak kiri dan kanannya, bukan?. 

Berikut sudah saya share tips² sederhana saya, Mom. Saya tahu setiap kasus anak berbeda begitupun penanganannya,  masih banyak cara yang bisa Mommy lakukan untuk buah hati tercinta. Namun, semoga tips² saya tadi sedikit membantu para orang tua yang sedang mengalaminya.

Masih banyak yang ingin saya share disini, jika ada para Mommies yang mau bertukar pikiran atau mau menambahkan bisa share juga di kolom komentar ya. Trims 🙏. 

Komentar